untuk demonstran dari orang awam

Selamat sore,

Saya adalah Gisca Syalindri seorang mahasiswa tingkat empat jurusan Psikologi di Universitas Indonesia. Selama di bangku kuliah saya tidak pernah ikut aksi untuk turun ke jalan. Namun, bukan berarti saya memandang negatif tindakan tersebut. Tidak sama sekali. Saya memposisikan diri sebagai bagian yang netral. Tidak mendukung, tapi tidak juga menentang. Saya menghargai apapun pandangan mengenai usaha mahasiswa untuk aksi turun ke jalan.

Belakangan ini saya mendapati banyak sekali pemberitaan mengenai demonstrasi untuk menolak kenaikan harga BBM. Saya yakin kalian mengetahui bahwa alasan dibalik kenaikan BBM juga karena secara finansial negara ini sudah tidak mampu memberikan subsidi. Saya juga sadar bahwa efek dari kenaikan BBM juga akan melonjakkan harga berbagai barang dan kebutuhan pokok rumah tangga. Sedih kalau harus melihat teman-teman mahasiswa berdemonstrasi untuk menolaknya. Karena apapun cara yang kalian lakukan sesungguhnya penaikan harga BBM tidak terelakan (kalau pun tidak jadi naik, coba lihat bertahan sampai berapa lama). Namun, sebelumnya saya ingin bertanya (kepada teman-teman yang melakukan unjuk rasa, apa yang kalian pikirkan ketika kalian akan pergi untuk mendemonstrasikan penolakan kalian terhadap penurunan BBM? Sesungguhnya apakah alasan kalian? Jika kalian menjawab karena pemerintah tidak meninjau efek domino dari kenaikan BBM, lalu apa solusi yang kalian tawarkan? Saya belum melihat ada demonstrasi yang menyampaikan ide sesolutif itu hingga detik ini.

Alangkah lebih bijak bila kita menyimpan tenaga dan pikiran untuk memikirkan solusi dari kebijakan pemerintah yang sering kali membuat kita mengelus dada. Sebagian besar penduduk di negara Indonesia, menurut awam saya, adalah keluarga kelas menengah. Mereka yang setiap hari bekerja keras untuk menyisihkan pendapatan untuk pos-pos pengeluaran yang makin hari makin membuat helaan nafas semakin panjang. Kenaikan harga BBM jelas akan berdampak signifikan. Namun, bukan berarti tidak ada solusi untuk mengatasinya. Pada dasarnya memiliki kemampuan untuk menemukan jalan keluar keluar terefektif dan terefisien untuk mengatasi masalah hidupnya. Mengusahakan advokasi untuk meluluskan kebijakan mengenai pendidikan dan kesehatan mungkin bisa jadi solusi. Saya tidak secerdas dan sepintar kebanyakan mahasiswa lainnya, mungkin kalian punya lebih banyak solusi daripada saya.

Saya tidak mendukung pemerintah (buat apa mendukung sekumpulan orang yang menyulitkan jalan hidup saya selama ini). Namun, sebagai sesama orang terpelajar, berpikir, berujar, dan bertindaklah seperti orang terpelajar. Jangan sia-siakan pendidikan yang telah kalian enyam.

Salam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s