oh! not at social movement!

Lately there is a phenomenon where a lot of communities held (also) a lot of eventual social movements. They come from various different areas, such as environmental, education, or health. But, they share a goal, to make a better yet sustainable living environment. Then, the problem begins. Yes, the overlap issues!

Their format goes on the same pattern. By inviting people, putting a speaker on stage, and promoting their event as inspiring one. Most of the time, they share the same ideas. The worst part is when they put the less proper people on the stage and some of the audiences know someone who is more expert at that area. What a waste of money, time, and energy by making an event without setting and evaluating the impact. You’re on the making of a social movement not a party. Then, if you still do that pattern and think that will be inspiring enough, then shame on you. People might be aware, but less (or least) of them will be moved by the ideas of yours.

If you still continue this kind of works then you’re mostly a social climber. Conscious or not, the only thing you’re looking for is acknowledgement by the society. But, there still might a chance you’re only being naïve. I remember a classic proverb,” if there is a will, and there will be a way.” But my critical mind raises a question, “what kind of will?” For the social climber well then those social movements are they way to make their will come true.

I’m a kind of person who easily gets excited by the novelty of ideas. I’m in love science, too. So, I really love to share my knowledge in trade for the new one from anyone. The condition is people around me are talking about the same things since the overlap issues. So, I begun to feel those social climber are sucks. Yes, whoever you are if you are a social climber then you are suck. Please find a new pattern of social movement, share the new ideas, or do the simple research of what most people need at current moment. You know what, I think rather than make a huge social movements without evaluating the impact it’s better to make a small movement but the useful one. I got a lot in my mind about to counter this issue, but for now let me keep it in mind.

Thank your for reading this post. 🙂


jeleknya tampang saya bukan masalah saya

Saya adalah seseorang dengan self-esteem yang rendah. Sering kali saya merasa wajah saya tidak menarik, bahkan cenderung tidak enak dipandang. Ada kalanya berdandan berlebihan dengan tujuan untuk dipuji. Yang akhirnya malahan tidak menjadi diri sendiri. Perlu waktu yang cukup panjang untuk saya merenungkan bahwa tidak ada yang salah dengan wajah saya. Hanya untuk sampai kesimpulan wajah saya memang begini adanya. Mungkin kebetulan saja saya memang berada di lingkungan dengan teman-teman yang lebih cantik dari saya. Namun, tidak seharusnya saya tidak percaya diri. Saya harus menerima diri dan belajar menyukai diri saya sendiri.

Masalah tentang betapa tidak percaya diri itu berpengaruh ke dalam kehidupan percintaan saya. Beberapa tahun lalu, kehidupan percintaan saya sangat pelik didasari akan ketidak mampuan saya untuk mengambil keputusan tegas untuk mengakhiri sebuah hubungan (yang sebenarnya tidak pernah ada). Alasan saya karena saya merasa diterima dengan menjadi diri saya yang jelek. Zona nyaman yang semu sebenarnya. Tapi itu masa lalu.

Ketika pengalaman itu berlalu saya belajar menerima diri saya dan ternyata rasanya menyenangkan. Saya tidak peduli dengan penerimaan orang lain selama tidak mengganggunya. Saya tetap tampil jadi diri saya, namun dengan perasaan nyaman yang lebih baru. Pakai baju yang nyaman asal sopan. Tidak peduli anggapan orang tentang kulit saya yang gelap dan kadang berjerawat. Sering kali tidak menyisir rambut. Membiarkan wajah polos tanpa kosmetik. Lebih jauh saya berakhir dengan belajar untuk lebih mencintai diri sendiri dengan kekurangan saya, terutama dalam hal penampilan yang tidak cantik. Realistis dan membahagiakan.

Saya tidak mengetahui sampai berapa lama keadaan ini akan berlangsung. Saya sadar lingkungan mungkin akan menuntut saya merubah penampilan. Akan ada lingkungan pekerjaan tertentu, teman baru, atau apapun itu yang pasti membawa perubahan. Namun, selama itu belum terjadi saya akan menikmati penampilan saya saat ini. Akhir kata, saya harap Anda juga menikmati penampilan Anda apa adanya. Please, feel good about yourself whomever you are. 🙂

Life Purpose Over The Death Thought

“What will happen to the unbeliever after they die?”

That question is one of the most been raised one by some of religious people I know. Just like one my best friend @Didithp, my answer will be, “it depends on their family”.

It’s good to think about the death (or even the after-life), but I think it would be wiser to live our life in the fullest way. There are so many good and fun things to do in life. Don’t waste any single time. Be happy and embrace your humanity. Make any second worth to live for.

Then, I end up on a metaphor,

“I don’t want to be the last man standing, but I also don’t want to be the first one to die at the battlefield. But, it doesn’t mean that I don’t want to die. I would really love to die if my death worth for the worth-it-living civilization.”

What’s the meaning of it? Feel free to define it.