Kembali

Aku lupa akan terakhir menulis untuk diriku sendiri.
Tidak untuk orang lain dan tidak juga untuk memenuhi kepentingan apa pun. Aku lupa.
Sebelumnya terakhir aku ingat. Aku malu.
Maluku lebih besar dari kemaluanku. Ehm tidak itu bukan gaya menulisku. Aku tidak pernah menulis sevulgar itu. Boleh aku kembali ke gaya menulis lamaku? Mari.
Aku menulis di berbagai media. Bukan media massa. Sudah kubilang aku menulis untuk diriku sendiri. Aku tulis saja di blogku. Kadang aku meracau, kadang hanya sekadar menulis tentang hal yang kupikir memukau. Meski untuk orang lain hanya sekadarnya.
Aku benar-benar lupa kapan ya aku menulis seperti ini. Yang aku tahu, waktu itu aku menulis tentang seorang lelaki. Dia yang tidak aku relakan hingga dua tahun lamanya. Aku hanya tidak rela meski tidak terjadi apa-apa. Hanya saja aku tidak rela, meski kadang waktuku diisi lelaki lain yang mengapa-apakan aku. Hmmm. Atau mungkin bisa juga lelaki yang aku apa-apakan.
Aku kehilangan diriku. Aneh.
Kini aku kembali. Hanya untuk mengingat tentang diriku dengan kembali sebagai diriku yang berlagak jadi diriku.
Baiklah aku jadi diriku saja yang memaafkan bagian diriku yang lain karena membiarkan diriku patah hati. Selamat datang kembali.