Telemarketing, Jagonya Bertele-tele

Ada banyak orang yang memiliki tabungan di bank di luar sana yang pernah menerima telepon penawaran berbagai produk dan jasa dari telemarketing. Namun, sebagian pasti sepakat tidak ada yang lebih gigih dari telemarketing asuransi. Ada saja jurus silat lidah yang digunakan untuk mengubah prospek menjadi konsumen mereka. Sayangnya, caranya sering kali sungguh menyebalkan.

Penjualan data nasabah adalah awal dari semuanya. Ya, nasabah yang kena getahnya. Saya sendiri paling sering dihubungi oleh nomor-nomor ini 089610312774, 08965388777, 08999666999, 089636688999, dan 02130485959. Saya pikir dengan diblok saja di telepon seluler dapat menghindari telepon dari mereka. Ternyata saya salah, suatu pagi hari atasan saya berujar bahwa mereka kadang bisa lolos dari block list jika menelepon dengan aplikasi tertentu. Siang harinya itu terjadi. Saat itu karena hafal nomor kontaknya saya tidak mengindahkan panggilan yang masuk.

Pertama kali saya menerima telepon dari telemarketing asuransi pada tahun 2011, waktu itu saya masih kuliah tingkat tiga. Saya sudah berpenghasilan saat itu, namun tidak seberapa (sampai sekarang pun belum seberapa juga, sih). Jadi saya bisa menjawab saya masih kuliah. Namun, yang menyebalkan  malah meminta nomor orang tua saya. Tentu tidak saya beri, sudah gila mungkin dia.

Frekuensi saya menerima telepon dari telemarkerting meningkat pesat semenjka saya memiliki tabungan Permata untuk keperluan payroll. Seminggu setidaknya dua kali dan penawarannya paling banyak asuransi, baru kartu kredit. Asuransinya adalah asuransi Cigna. Tawarannya sampai dibilang kalau misalnya saya setuju pakai asuransi mereka, saya tidak perlu repot transfer karena bisa langsung auto debet. Hahaha, makin gila. Tertarik saja tidak.

Salah seorang teman saya keceplosan bilang iya. Dia keceplosan bilang iya. Dia pun mengurus pembatalannya, namun biaya potongan awal tidak dapat kembali. Nasib.  Saya tidak habis pikir, berapa banyak orang yang bernasib sama sehari-harinya, ya?

Saya yakin, di luar sana ada banyak orang yang bernasib serupa dan bahkan mengalami hal yang lebih tidak enak dari ini. Saya juga tahu telemarketing bekerja untuk cari uang. Namun, jelas apa yang mereka lakukan adalah bentuk pelanggaran privasi yang terorganisir yang tentunya….

Sungguh menyebalkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s